Senin, 25 Juli 2011

Pencuri Impian

Cindy ada seorang gadis muda yang sangat berbakat, dia sangat suka menari. Kepandaiannya menari sangat menonjol dibandingkan dengan rekan-rekannya, sehingga ia seringkali memenangkan kejuaraan menari. Dia membayangkan dirinya akan menari kelak di Rusia, China, Jepang, Amerika dan disaksikan oleh jutaan penonton yang memberikan tepuk tangan padanya.

Suatu hari seorang pakar tari dari luarnegri berkunjung ke kotanya untuk mengadakan suatu show tari terbesar dan termegah sepanjang sejarah. Beliau datang diiringi dengn penari-penari kelas dunia yang dilahirkan oleh tangannya sendiri.

“Tangannya melahirkan mahakarya ciptaan Tuhan”, kata Cindy terkagum-kagum. Cindy ingin sekali menunjukkan kebolehannya menari dihadapan sang pakar.
Akhirnya kesempatan itu datang juga. Cindy berhasil berjumpa dengan sang maestro di belakang panggung seusai pertunjukkan akbarnya.

Cindy bertanya, “Tuan, saya sangat ingin menjadi penari kelas dunia. Apakah anda punya waktu sejenak untuk menilai saya? Saya ingin tahu pendapat anda tentang tarian saya.”

“Oke, menarilah di depan saya selama 5 menit”, jawab sang maestro.

Belum 5 menit berlalu, sang maestro beranjak dari kursinya lalu meninggalkan Cindy begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Hati Cindy hancur melihat sikap sang maestro. Cindy langsung berlari keluar dan menangis. Dia benci terhadap dirinya sendiri. Ternyata bakat yang selama ini dia bangga-banggakan bukanlah apa-apa dihadapan sang maestro. Cindy mengambil sepatu baletnya dan melemparkannya ke dalam gudang. Sejak itu Cindy tidak lagi menari.

Tahun demi tahun berlalu, hingga kini akhirnya Cindy menjadi seorang ibu dengan 3 orang anak. Suaminya telah meninggal dan untuk menghidupi keluarganya Cindy bekerja menjadi seorang pelayan toko.

Suatu hari, sebuah pagelaran akbar diadakan di kota itu. Nampaklah sang maestro di antara para penari muda berbakat. Sang maestro tampak tua dengan rambut putih mengombaknya.

Cindy datang dan melihat pagelaran itu. Seusai acara Cindy menghampiri sang maestro di belakang panggung. Ia memperkenalkan ketiga anaknya pada sang maestro.

Cindy akhirnya memberanikan diri bertanya, “Saya adalah gadis yang memohon supaya anda menilai tarian saya. Apakah anda masih ingat, Pak?”

“Iya, tentu sangat ingat. Kamu adalah gadis kecil yang sangat berbakat. Saya tidak pernah melihat tarian seindah itu sebelumnya.” Jawab sang maestro.

“Tapi, mengapa anda meninggalkan saya begitu saja? Sikap anda menghancurkan impian saya. Saya tidak bisa menjadi penari kelas dunia dan hanya menjadi pelayan toko” tambah Cindy sambil menangis.

Sang maestro menjawab, “Saya tidak perlu melihat anda hingga 5 menit untuk membuktikan anda berbakat. Malam itu saya sangat lelah dengan pertunjukkan, maka saya pergi untuk mengambil kartu nama saya dan berharap anda menghubungi sekretaris saya keesokkan harinya. Tetapi anda pergi setelah saya kembali. Anda harus fokus pada impian anda bukan pada tindakan saya.”

“Anda tentunya mengharapkan pujian dari saya bukan? Saya tidak akan memberikan pujian itu.” tambahnya lagi.

“Nasib anda tentunya akan berbeda hari ini bila anda tidak menghiraukan sikap saya saat itu.” Jelasnya sambil mengakhiri pembicaraan.

Sang Maestro akhirnya pergi meninggalkan Cindy, tenggelam dalam kerumunan para penari kelas dunia yang dilahirkannya.

Teman-teman, apakah pencuri impian pernah datang dalam hidup anda dan mengambil mimpi anda?
Seringkali sikap orang lain mempengaruhi bagaimana anda berperilaku. Dan itu akhirnya membuat anda kehilangan banyak hal berharga dalam hidup ini termasuk kesempatan yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.

Dalam kisah di atas, Cindy mengharapkan pujian sang Maestro.

Pujian seperti pedang bermata dua, bisa memotivasi dan bisa juga menjatuhkan. Pujian tidak diberikan pada orang yang sedang bertumbuh, karena akan membuat dia berhenti bertumbuh. Sang maestro memilih untuk mengacuhkan Cindy agar hal itu bisa melecut Cindy untuk bertumbuh lebih cepat lagi.

Kita tidak bisa meminta pujian dari orang lain, pujian seharusnya datang dari keinginan orang itu sendiri.

2 komentar:

  1. Bagus:)
    Aq suka semua tulisan yg km buat disini.
    Tiap hr selalu kubaca :)
    Thanks ya.
    Begitu menginspirasi.

    BalasHapus
  2. Iya, sama sama...Kasih masukan juga yaa

    BalasHapus